Ada Apa dengan Thailand?

Ada Apa dengan Thailand?

Massa Pro-Demokrasi Thailand menggelar aksi pada 19 September 2020, waktu setempat. Mereka menuntut  PM Prayut Chan-O-Cha untuk mundur dan reformasi monarki di luar Universitas Thammasat, Bangkok, Thailand.

Aksi kali ini dipimpin oleh sebuah kelompok yang paling vokal dengan peran keluarga kerajaan, yaitu mahasiswa Universitas Thammasat setelah sebelumnya aksi diklaim tanpa pemimpin.

Dilansir AFP, Sabtu (19/9/2020) Kerajaan Thailand telah menyaksikan aksi yang sama hampir setiap hari dari kelompok-kelompok yang dipimpin pemuda sejak pertengahan Juli yang menyerukan pengunduran diri PM Prayut, mantan panglima militer di balik kudeta 2014, dan perombakan total pemerintahannya.

Selain itu, massa aksi juga revolusi monarki Thailand yang sangat kaya dan kuat. Tuntutan rakyat tersebut masih dianggap pantangan di sana karena adanya undang-undang mengenai pencemaran nama baik kerajaan yang sangat kuat.

Salah satu peserta aksi menghubungi kawannya yang ada di Indonesia melalui direct message. Kemudian pesan itu disebarkan melalui sebuah thread oleh pemilik akun @alaiwaahh.


(sumber: freedoforthai-en.carrd.co)

@alaiwaah, “ Jadi temen (Thai) aku ngedm sampe dia ngasih versi English dan Indonesia nya, ya pokoknya dia kayak minta tolong dan supportnya, jadi aku bantu share

Kemarinan yang pas lagi ramedibicarain dia sempet bilang gini juga dan aku juga sempet share” 3.46 20 Sep 20 tweet for android.

Tweet tersebut disertai dengan bukti tangkapan layar isi direct message dari kawannya serta dua buah kajian mengenai aksi di sana dalanm versi bahasa Inggris dan Indonesia.

Dalam kajian tersebut menjelaskan, sejak kudeta pada 22 Mei 2014, rakyat Thailand dipaksa untuk hidup dibawa diktator militer. Pemerintahan militer menggunakan kekuasaan untuk membungkam dan mengendalikan rakyat selama 6 tahun.

“Sekarang kami menolak untuk mentolerir kekejaman dan ketidakmampuan kami untuk mengambil keputusan lagi,” tulisan dalam kajian tersebut.

Menurut kajian tersebut, menyuarakan pendapat dapat memberikan dampak buruk bagi Thailand. Kemudian para aktivis yang telah menyampaikan kritiknya telah menghadapi dan mendapatkan konsekuensi, berupa ancaman, diserang, dan menghilang.

Terdapat tanggapan dari thread tersebut, datang dari pemilik akun @iberahims yang ia tweet pada 23.29, 20 September 2020, berupa penjelasan komperhensif dari Institute of International Studies, Dept. of International Relations Universitas Gajah Mada (IIS UGM).


(urutan dari kiri atas ke kanan, lalu ke kiri bawah ke kanan bawah, sumber: IIS UGM

https://twitter.com/iberahims/status/1307718532424114176?s=19)

Dalam kajian tersebut menjelaskan latar belakang aksi pro-demokrasi, yaitu karena didasari berbagai peristiwa yang dianggap melanggar nilai-nilai demokrasi. Aksi tersebut dianggap sebagai pijakan penting untuk keberlangsungan demokrasi di Thailand.

Posting Komentar

19 Komentar

  1. terimakasih informasinya!

    BalasHapus
  2. Informatif banget,lengkap dengan gambar dan rapih,tingkatin lagi!

    BalasHapus
  3. informatif bangett! terima kasih

    BalasHapus
  4. Baru tau ada info itu. Terima kasih infonya

    BalasHapus
  5. terima kasih infonya. sangat bermanfaat, akhirnya tau info seperti ini

    BalasHapus
  6. mencekam banget sih yaa keliatannya. semoga Thailand cepet ketemu solusinya dan negara kita Indonesia rukun2. aman sentosa pokoknya

    BalasHapus
  7. Semoga masalah di thailand segera terselesaikan 🙏

    BalasHapus
  8. Aduh ngeri banget. Semoga bisa cepet selesai masalahnya dan Thailand bisa damai lagi

    BalasHapus
  9. Terima kasih infonya. Sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  10. Semoga masalah di thailand bisa cepat terselesaikan

    BalasHapus
  11. Terima kasih atas informasinya, semoga cepet selesai masalahnya

    BalasHapus
Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)