Dampak Smartphone Mengubahku
(ilustrasi menggunakan smartphone, Foto: freepik.com)
Apakah menciptakan smartphone adalah bumerang untuk manusia?
Bijak, kata-kata yang cocok untuk mengetahui permasalahan di
atas benar atau tidak. Petuah orang tua juga memang cocok untuk kehidupan di
era digital saat ini, bila menggunakan sesuatu secara berlebihan akan
memberikan dampak yang buruk untuk diri kita. Apa lagi kalau sudah kita lakukan
dengan jangka waktu yang lama.
Awal mula aku mengenal benda canggih nan pintar itu pada
tahun 2013. Aku ingin memilikinya atas dasar kegengsian seorang anak remaja
yang ingin menyamai teman-temannya. Tapi lambat laun teknologi juga berkembang
dengan pesat. Menyisihkan uang jajan untuk menabung supaya aku lakukan agar
kemauan terpenuhi dan akhirnya aku tersadar ini memberikan dampak yang luar
biasa.
Saat mulai menapaki kaki pada tahun 2015, aku mulai memiliki
permasalahan akibat keegoisan diri. Khusunya untuk pribadi dan lingkungan
orang-orang terdekat. Hubungan dengan keluarga mengendur, mata bermasalah, dan
sering mengalami sakit kepala.
Renggangnya Hubungan dengan Keluarga
Melansir dari bisnis.com, Profesor psikoanalisis
kontemporer dan perkembangan sains dari University College London, Peter Fonagy
mengatakan kesenjangan komunikasi antara anak dan orang tua memang telah
terjadi sejak berakhirnya perang dunia kedua, tetapi era modernisasi saat ini
makin menajamkan kesenjangan tersebut. Seolah ada dunia yang berbeda antara
orang tua dengan anak, dan keduanya merupakan dunia masing-masing.
Datangnya smartphone ke kehidupanku memang sangat
membantu, apalagi persoalan berkomunikasi dengan keluarga ketika aku jauh dari
mereka. Tapi semua berubah ketika kecanggihan itu aku salah gunakan.
Bermain game lupa waktu adalah permasalahan utama
bagi diriku. Sering kali ketika pulang sekolah aku dimarahi orang tua karena
langsung bercumbu dengan smartphone.
Kesalahanku yang menghiraukan mereka berdampak besar. Bisa dibilang
“Satu atap tapi jarang menatap” hubunganku dengan mereka. Aku masih mencari
formula yang tepat agar kerenggangan ini dapat diperbaiki dan keharmonisan
kembali tercipta.
Mengalami Kerusakan Mata
Menatap layar smartphone secara terus-menerus
memberikan siksaan untuk mata.
Melansir dari Riaupos.co, Dokter Spesialis Mata Rumah
Sakit Awal Bros Panam, dr Rudi Sinaga SpM, mengatakan penggunaan gadget pada
anak juga sangat berpengaruh terjadinya kelainan refraksi mata. Karena gadget
dan komputer tablet memancarkan sinar biru (blue light) yang berdampak buruk
bagi mata. Jarak smartphone dan pengaturan cahaya pun harus diperhatikan dengan
baik.
Hal ini aku rasakan pada pertengahan tahun 2016. Mataku yang
normal tanpa gangguan akhirnya rusak karena ketika aku bermain smartphone
jarak dengan mata sangat dekat dan cahaya yang aku atur sangat terang. Saat
mengecek kesehatan mata, aku dan Ibu terkejut, hasilnya aku miopi atau mata
minus dengan ukuran -1,5 dan harus menggunakan kaca mata.
Sakit Kepala
Permasalahan yang aku alami makin serius. Karena Kembali
kurang baik mengatur jarak, waktu, dan pencahayaan smartphone aku sering
mengalami sakit kepala.
Menurut sebuah studi pada jurnal Cephalalgia, menatap layar ponsel terlalu lama bisa menjadi salah satu
pencetus di balik kambuhnya migrain. Hal ini dibuktikan setelah Montagni dan
tim meneliti sebanyak 5.000 orang dewasa muda dengan rata-rata usia 20 tahun,
kemudian mengukur seberapa lama mereka menatap layar HP, komputer, atau
televisi setiap harinya.
Sakit kepala sering aku alami pada tahun 2019 karena sedang
hitsnya salah satu game mobile. Aku terbawa sensasi serunya permainan
itu sehingga intensitas memaikannya sangat tinggi. Bermain tak kenal waktu
tanpa istirahat yang cukup membuat kepalaku “memberontak” dan menuntut untuk
istirahat. Sakit sekali yang aku alami, seperti ditariknya saraf-saraf yang ada
di kepala.
Setelah beristirahat dengan cukup dan mengurangi intensitas
bermain smartphone, aku jadi jarang terserang sakit kepala. Memang
istirahat yang cukup adalah kuncinya. Kepala memang pusat pemerintahan untuk
setiap anggota tubuh. Bila terlalu sering dipaksakan bekerja akan memberikan
dampak buruk untuk diri sendiri.
Sikap bijak sangat diperlukan untuk memanfaatkan smartphone
supaya kehidupan kita dengan lingkungan sekitar tetap terjalin harmonis. Era
digital ini juga merupakan tantangan kita untuk membuktikan, bila kita
menggunakan teknologi secara berlebihan akan menjadi bumerang untuk diri sendiri.
(Tulisan pernah dipublikasi di https://kumparan.com/andra-firdaus/dampak-smartphone-mengubahku-1tO5mDMrWIP 11 Mei 2020 pukul 08.00 WIB)

22 Komentar
setuju nihh soalnya pernah ngalamin jg
BalasHapusSemoga skrg kita bisa bijak menggunakan smartphone ya kak
Hapusselain merusak mata dan sakit kepala,
BalasHapusperubahan fisik juga dipengaruhi oleh smartphone kita,
kenapa begitu?
kurang lebih 8-12 jam kita genggam hp, ini menyebabkan jari tangan kita yang sedikit berubah bentuk, entah kelilingking yang membengkok karna menahan beban, bahkan jempol kita sedikit memanjang karna terus2an berselancar di gawai kita.
selain jari juga ada otot leher yg sering tegang karna telalu sering menatap hp atau laptop dengan posisi menunduk.
apakah ada saran cara terbaik menggunakan smarphone dengan baik dan benar??
Saran dari saya adalah jangan menggunakan smartphone ketika sedang tiduran, apalagi dikondisi yg gelap/minim cahaya.
HapusLebih baik gunakan smarphone saat duduk dan posisikan jangan terlalu dekan dengan mata. Disarankan menggunakan cahaya baca dan jangan megatur kontras terlalu tinggi
mantap, bener juga
BalasHapusbetul nih, kita harus bijak dalam menggunakan gawai
BalasHapusBetul sekalii
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBetull, gunaik smartphone haru bijak
BalasHapusSetuju banget, harus bijak dalam menggunakan smartphone
BalasHapusBener banget
BalasHapuspengguna smartphone yang cerdas adalah pengguna yang bijak dalam menggunakannya.
BalasHapusSetuju
Hapusjadi kayak ketergantungan sama smartphone
BalasHapusBenerrr bgt nihh, keren tulisannnya mantull
BalasHapusini kerasa banget sih sama gue yang dulu (sampe skrg juga sih), tp kalo skrg udh bisa kontrol lah waktu penggunaannya. tp jadi sedih dan kesel banget liat adek masih SMP jadi maenan hp mulu huhuhu
BalasHapusNah, mungkin mesti sharing kak dama adiknya soal cara mengontrol penggunaan hp, bisa dengan tulisan ku ini
Hapusbener banget! harus bijak menggunakan smartphone!
BalasHapusSetuju banget sama tulisannya. Harus cari kegiatan seru nih biar ga dikit-dikit main hp
BalasHapusBener banget nih karena relate banget sama aku :(
BalasHapusRelate banget nih sama aku. Makasih infonya.
BalasHapusBermanfaat bat infonya, terima kasih infonya
BalasHapus