Kereta Api Pangrango
KA Pangrango merupakan kereta api
reguler, jarak menengah, yang beroperasi di jalur Bogor-Sukabumi sejak November
2013. Kereta ini berada di bawah naungan Daerah Operasional (DAOP) 1 Jakarta.
Sebelum kita mengetahui tentang
KA Pangrango, ada sedikit cerita nih. Sebenarnya, kereta penghubung antara
Bogor-Sukabumi sudah ada pada 2012 yang dilayani KA Bumi Geulis (Bugemon).
Bugemon menggunakan sarana KRD MCW. Namun, sarana tersebut harus menjalani
perawatan rutin di Yogyakarta. Setalah itu, ia tak kembali berdinas di lintas
Bogor-Sukabumi dan dialihkan ke Bandung.
Nah, karena hal tersebut dan
animo pengguna si ular besi yang bagus, diluncurkannya lah KA Pangrango ini.
Kereta ini diambil dari nama gunung yang berada kawasan Taman Nasional Gede Pangrango,
yaitu Gunung Pangrango.
Kereta ini, pada awal berdinas,
ditarik oleh lokomotif CC 204 batch 1. Kemudian, kini telah tergantikan dan
ditarik oleh lokomotif CC 206. Sejak diresmikannya KA Pangrango Tambahan pada
2019, “si ular besi” yang satu ini ditarik menggunakan lokomotif CC 300 buatan
dalam negeri. Jadi, kini KA Pangrango dipandu menggunakan lokomotif CC 206 dan
CC 300.
KA Pangrango ini memberikan dua
kelas perjalanan, yaitu eksekutif dan ekonomi. Ada info juga nih, ternyata
kelas eksekutif sempat ditiadakan loh pada 1 Januari 2016. Namun, karena
banyaknya permintaan pelanggan, kelas ini diadakan kembali 21 Januari 2016
dengan melakukan penyesuaian tarif akibat penghapusan subsidi.
Masih soal layanan kelas kereta,
formasi yang dimiliki KA Pangrango adalah 1 lokomotif, 1 kereta makan
pembangkit (KMP3), 6 kereta kelas eknomi (K3 JAKK), dan 1 kereta kelas
eksekutif (K1 JAKK). Untuk kelas eksekutif, memiliki jumlah tempat duduk
sebanyak 50 dengan formasi 2-2 dan kursinya dapat direbahkan bahkan diputar
searah laju kereta. Sedangkan kelas ekonomi memiliki 106 tempat duduk dengan
formasi 3-2 dan kursinya tidak dapat diputar. Terdapat pula pendingin udara di
setiap kereta, toilet, dan pemadam api ringan.
Kereta dengan nomor 221-232 ini menempuh waktu
1 jam 45 menit pada setiap perjalanan dan singgah di 10 stasiun.
Stasiun-stasiun yang disinggahi, antara lain Bogor Paledang, Batu Tulis, Maseng,
Cigombong, Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Karang Tengah, Cisaat, Sukabumi.
Dengan lebar sepur 1067mm, kereta
ini dapat dipacu dengan kecepatan operasional 30-60 km/jam.
Nah, itulah bahasan mengenai
transportasi andalan warga Sukabumi dan Bogor karena sudah padatnya lalu lintas
angkutan jalan raya. Apalagi dengan harganya yang terjangkau.

13 Komentar
Wahhhh terima kasih infonyaaa
BalasHapusjd pgn jalan2 naik keretaa:(
BalasHapuswah warga sukabumi lebih efisien menggukan KAI daripada transportasi pribadi dijalan raya yg membutuhkan waktu cukup lama dibandingkan menggunakan kereta.
BalasHapusterima kasih infonya...
wiii makasih infonyaa
BalasHapusThanks infonya. Selama ini main naik2 aja, gak pernah perhatiin jenis keretanya
BalasHapusWah terimakasih infonyaaa
BalasHapusWiiih terima kasih infomasinyaa
BalasHapusIni nih cara hemat buat jalan-jalan ke Sukabumi
BalasHapusInformatif sekali, terima kasih
BalasHapusternyata waktu tempuhnya berbeda jauh ya kalo dibanding naik kendaraan pribadi
BalasHapusTerima kasih infonya
BalasHapusWiii makasih yaa infonya
BalasHapusInformatif banget
BalasHapus