Kereta Api Pangrango

 Kereta Api Pangrango

 

(Foto:  id.wikipedia.org)

KA Pangrango merupakan kereta api reguler, jarak menengah, yang beroperasi di jalur Bogor-Sukabumi sejak November 2013. Kereta ini berada di bawah naungan Daerah Operasional (DAOP) 1 Jakarta.

Sebelum kita mengetahui tentang KA Pangrango, ada sedikit cerita nih. Sebenarnya, kereta penghubung antara Bogor-Sukabumi sudah ada pada 2012 yang dilayani KA Bumi Geulis (Bugemon). Bugemon menggunakan sarana KRD MCW. Namun, sarana tersebut harus menjalani perawatan rutin di Yogyakarta. Setalah itu, ia tak kembali berdinas di lintas Bogor-Sukabumi dan dialihkan ke Bandung.

Nah, karena hal tersebut dan animo pengguna si ular besi yang bagus, diluncurkannya lah KA Pangrango ini. Kereta ini diambil dari nama gunung yang berada kawasan Taman Nasional Gede Pangrango, yaitu Gunung Pangrango.

Kereta ini, pada awal berdinas, ditarik oleh lokomotif CC 204 batch 1. Kemudian, kini telah tergantikan dan ditarik oleh lokomotif CC 206. Sejak diresmikannya KA Pangrango Tambahan pada 2019, “si ular besi” yang satu ini ditarik menggunakan lokomotif CC 300 buatan dalam negeri. Jadi, kini KA Pangrango dipandu menggunakan lokomotif CC 206 dan CC 300.

KA Pangrango ini memberikan dua kelas perjalanan, yaitu eksekutif dan ekonomi. Ada info juga nih, ternyata kelas eksekutif sempat ditiadakan loh pada 1 Januari 2016. Namun, karena banyaknya permintaan pelanggan, kelas ini diadakan kembali 21 Januari 2016 dengan melakukan penyesuaian tarif akibat penghapusan subsidi.

Masih soal layanan kelas kereta, formasi yang dimiliki KA Pangrango adalah 1 lokomotif, 1 kereta makan pembangkit (KMP3), 6 kereta kelas eknomi (K3 JAKK), dan 1 kereta kelas eksekutif (K1 JAKK). Untuk kelas eksekutif, memiliki jumlah tempat duduk sebanyak 50 dengan formasi 2-2 dan kursinya dapat direbahkan bahkan diputar searah laju kereta. Sedangkan kelas ekonomi memiliki 106 tempat duduk dengan formasi 3-2 dan kursinya tidak dapat diputar. Terdapat pula pendingin udara di setiap kereta, toilet, dan pemadam api ringan.

 Kereta dengan nomor 221-232 ini menempuh waktu 1 jam 45 menit pada setiap perjalanan dan singgah di 10 stasiun. Stasiun-stasiun yang disinggahi, antara lain Bogor Paledang, Batu Tulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Karang Tengah, Cisaat, Sukabumi.

Dengan lebar sepur 1067mm, kereta ini dapat dipacu dengan kecepatan operasional 30-60 km/jam.

Nah, itulah bahasan mengenai transportasi andalan warga Sukabumi dan Bogor karena sudah padatnya lalu lintas angkutan jalan raya. Apalagi dengan harganya yang terjangkau.

Posting Komentar

13 Komentar

  1. wah warga sukabumi lebih efisien menggukan KAI daripada transportasi pribadi dijalan raya yg membutuhkan waktu cukup lama dibandingkan menggunakan kereta.

    terima kasih infonya...

    BalasHapus
  2. Thanks infonya. Selama ini main naik2 aja, gak pernah perhatiin jenis keretanya

    BalasHapus
  3. Wah terimakasih infonyaaa

    BalasHapus
  4. Wiiih terima kasih infomasinyaa

    BalasHapus
  5. Ini nih cara hemat buat jalan-jalan ke Sukabumi

    BalasHapus
  6. ternyata waktu tempuhnya berbeda jauh ya kalo dibanding naik kendaraan pribadi

    BalasHapus
Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)